Kajati Jatim Agus Sahat Sampaikan 5 Pesan Penting untuk IAD yang Perlu Diketahui

Dalam dunia yang semakin kompleks ini, peran keluarga sebagai dasar moralitas dan integritas sangatlah penting, terutama bagi mereka yang berada dalam posisi penegak hukum. Dalam sebuah Pertemuan Kerja yang berlangsung di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kajati Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol SH MH memberikan lima pesan penting kepada anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) wilayah Jawa Timur. Pesan-pesan ini bukan hanya sekadar nasihat, tetapi merupakan panduan penting untuk membangun keluarga yang berintegritas dan dapat mendukung tugas-tugas berat seorang aparat penegak hukum.
Pertemuan Kerja IAD Jatim
Pertemuan yang dihadiri oleh Ketua IAD Provinsi Jatim, Ny Enny Agus Lumban Gaol, berlangsung di Lantai 8 kantor Kejaksaan Tinggi Jatim di Surabaya pada hari Kamis, 9 April 2026. Dalam forum ini, Kajati Agus Lumban Gaol menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar agenda rutin, melainkan merupakan kesempatan strategis untuk merumuskan kebijakan dan memperkuat peran IAD sebagai mitra dalam mendukung pelaksanaan tugas Kejaksaan Republik Indonesia.
Pesan Penting untuk IAD
Dalam sambutannya, Kajati Agus Lumban Gaol menyampaikan lima pesan penting yang perlu dicerna dan diterapkan oleh setiap anggota IAD. Pesan-pesan ini mencakup:
- Jadilah pendamping yang tidak hanya setia, tetapi juga berani mengingatkan.
- Bangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga.
- Tolak segala bentuk hasil yang tidak sah, sekecil apapun.
- Jaga kehormatan keluarga sebagai bagian dari kehormatan institusi.
- Tanamkan nilai integritas kepada anak-anak sejak dini.
“Karena pada akhirnya, keluarga adalah cerminan dari integritas seorang aparat penegak hukum,” ujar Kajati Agus Lumban Gaol.
Peran Strategis IAD dalam Keluarga
Kajati Agus menekankan bahwa kesuksesan institusi, terutama yang bergerak di bidang hukum, tidak hanya ditentukan oleh profesionalisme individu, tetapi juga oleh kekuatan moral dan ketahanan keluarga di balik mereka. Dalam konteks ini, IAD berperan sebagai pilar yang mendukung moralitas para aparatur, memperkuat nilai integritas dalam keluarga, serta menjadi mitra internal dalam menjaga nama baik institusi Kejaksaan.
Ketegasan dan Dukungan Keluarga
Seringkali, kita melihat aparat penegak hukum menunjukkan ketegasan di depan publik. Namun, ketegasan tersebut tidak muncul begitu saja; ia lahir dari dukungan dan ketenangan yang diperoleh dari keluarga. Dalam situasi yang sulit, seorang suami yang juga merupakan aparat penegak hukum memerlukan dukungan emosional dari keluarganya, terutama dari istri. Oleh karena itu, anggota IAD diharapkan mampu memberikan semangat dan menjadi tempat berbagi bagi suami dalam menghadapi tekanan.
Motivasi dan Kontrol Moral
Kajati Agus Lumban Gaol menekankan pentingnya peran anggota IAD sebagai motivator dan kontrol moral bagi suami mereka. Tugas seorang jaksa bukanlah hal yang mudah, melainkan penuh dengan tantangan dan godaan yang dapat menguji integritas. Dalam kondisi seperti ini, istri diharapkan dapat memberikan dukungan emosional, menambah semangat, dan mengingatkan bahwa setiap tugas yang dilakukan adalah pengabdian kepada negara.
Fungsi Kontrol Sosial Internal
Selain menjadi motivator, anggota IAD juga memiliki tanggung jawab sebagai kontrol sosial internal dalam keluarga. Kajati Agus mengingatkan bahwa selama menjalankan tugas, ada potensi penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan yang harus diwaspadai. Istri diharapkan memiliki kepekaan terhadap perubahan perilaku suami dan berani mengingatkan akan pentingnya menolak segala bentuk hasil yang tidak sah.
Pencegahan Tindakan Tercela
“Pencegahan pertama terhadap perbuatan tercela bukanlah di kantor, tetapi di rumah,” tegasnya. Dalam hal ini, kesadaran untuk tidak membiarkan hal-hal yang berpotensi melanggar hukum maupun etika sangatlah penting. Anggota IAD diharapkan menjadi penjaga moral keluarga dan tidak mengabaikan potensi masalah yang mungkin muncul.
Gaya Hidup dan Marwah Keluarga
Kajati Agus Lumban Gaol juga menekankan bahwa masalah integritas sering kali berakar dari keinginan untuk hidup mewah dan tekanan sosial. Oleh karena itu, anggota IAD diharapkan berperan sebagai penjaga kesederhanaan dan pengendali gaya hidup keluarga. Menurutnya, kesederhanaan bukanlah tanda kekurangan, melainkan merupakan bentuk kekuatan moral yang harus dijunjung tinggi.
IAD sebagai Agen Perubahan
Dalam era yang dinamis, IAD juga harus mampu beradaptasi dan bertransformasi. Kajati Agus menjelaskan bahwa program kerja IAD perlu relevan dengan perkembangan zaman, mencakup:
- Edukasi keluarga tentang pentingnya integritas.
- Literasi digital dan etika dalam bermedia sosial.
- Penguatan ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial.
- Kegiatan yang berdampak nyata bagi anggota dan masyarakat.
- Menjadi contoh dalam kesederhanaan dan kepatuhan terhadap aturan.
“IAD harus menjadi contoh dalam kesederhanaan, kepatuhan terhadap aturan, dan komitmen terhadap nilai-nilai moral,” pungkasnya. Melalui pesan-pesan ini, diharapkan setiap anggota IAD dapat berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang integritas dan mendukung tugas mulia sebagai aparat penegak hukum.



