
Jakarta – Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia, Netty Prasetiyani, baru-baru ini mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai hasil pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menemukan 24 produk herbal yang ternyata mengandung bahan kimia berbahaya. Temuan ini menyoroti isu serius terkait keamanan konsumen dan kesehatan masyarakat, terutama ketika banyak orang beralih ke produk herbal sebagai solusi kesehatan alternatif.
Temuan Penting dari BPOM
Pengawasan yang dilakukan oleh BPOM mencakup 1.858 sampel produk, termasuk herbal, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, selama periode Januari hingga Februari 2026. Hasilnya menunjukkan adanya campuran bahan kimia dalam produk yang seharusnya berbasis alami, menandakan adanya pelanggaran serius oleh beberapa produsen.
Risiko Kesehatan dari Pencampuran Bahan Kimia
Netty menegaskan bahwa pencampuran bahan kimia ke dalam produk yang diklaim sebagai herbal sangat berisiko bagi kesehatan. Produk-produk ini sering kali dikonsumsi tanpa pengawasan medis yang memadai, sehingga meningkatkan potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat.
“Bahan yang seharusnya alami justru dicampur dengan zat kimia berbahaya. Ini sangat berbahaya, terutama karena banyak konsumen tidak menyadari risiko yang mereka hadapi,” ungkap Netty dalam pernyataannya.
Bahaya Zat Kimia dalam Produk Herbal
Dalam temuan tersebut, beberapa zat berbahaya yang teridentifikasi meliputi:
- Sildenafil
- Steroid
- Sibutramin
- Bahan kimia berbahaya lainnya
- Obat-obatan keras
Berbagai zat ini dapat memicu masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan jantung hingga kerusakan organ vital. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk berhati-hati saat memilih produk kesehatan yang mereka konsumsi.
Strategi Penanggulangan dan Pengawasan
Menurut Netty, tingginya permintaan masyarakat akan produk yang menjanjikan efek instan telah dimanfaatkan oleh produsen tidak bertanggung jawab. Keinginan untuk hasil cepat sering kali mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan produk.
“Konsumen harus lebih kritis dan teliti dalam memilih produk yang mereka gunakan. Jangan sampai tergiur dengan janji-janji yang tidak realistis,” tambahnya.
Pentingnya Pengawasan Digital
Netty menggarisbawahi pentingnya memperluas pengawasan BPOM, tidak hanya di pasar fisik, tetapi juga di platform digital dan media sosial yang kini semakin populer sebagai saluran distribusi produk kesehatan. Banyak produk berbahaya dipasarkan secara online tanpa kontrol yang memadai, sehingga meningkatkan risiko bagi konsumen.
“Pengawasan harus diperluas ke ranah digital, karena banyak produk berbahaya yang dipasarkan secara online tanpa pengawasan yang cukup,” tegasnya.
Peran Edukasi Publik dalam Memperkuat Keamanan Produk
Selain pengawasan, Netty juga menekankan perlunya edukasi publik yang efektif. Masyarakat perlu diberikan informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang bijak saat memilih produk kesehatan. Hal ini penting agar konsumen dapat mengidentifikasi dan menghindari produk yang tidak aman.
“Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat agar mereka lebih kritis dalam memilih produk kesehatan, terutama yang menawarkan hasil instan,” ujarnya.
Penegakan Hukum terhadap Pelanggar
Netty juga mendesak tindakan tegas terhadap produsen dan distributor yang menjual produk ilegal. Dengan penegakan hukum yang kuat, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi mereka yang berusaha mengedarkan produk berbahaya.
“Sinergi antara BPOM, kementerian terkait, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk memastikan keamanan produk yang beredar di masyarakat,” tambahnya.
Pentingnya Perlindungan Konsumen
Menurut Netty, perlindungan konsumen harus menjadi prioritas utama. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap produk yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah aman dan terjamin kualitasnya. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh produk herbal berbahaya.
“Penting bagi negara untuk hadir dalam melindungi konsumen. Setiap individu berhak atas produk yang aman untuk kesehatan mereka,” tegasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya produk herbal berbahaya, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam memilih produk kesehatan. Melalui pengawasan yang lebih ketat dan edukasi publik yang efektif, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua konsumen.



