Polrestabes Bongkar Sindikat Curanmor 15 TKP di Medan dan Tebing Tinggi Libatkan Pecatan TNI, 2 Ditembak

<p>Dua dari lima orang yang diamankan, yakni Muhammad Teguh Fadilla (33) dan Jerry (38), ditembak di bagian kaki karena disebut melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat pengembangan kasus.</p>
<p>Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Rizky Lubis mengatakan kelima orang yang diamankan yakni Muhammad Teguh Fadilla (33), Jerry (38), Arjunaidi Siregar (48), Gandi (39), dan Afner Harahap (35).</p>
<p>Afner diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil curian.</p>
<p>&ldquo;Pengungkapan ini berawal dari kasus pencurian sepeda motor di Jalan PWS, Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah pada 15 September 2026 sekitar pukul 06.48 WIB,&rdquo; ujar Adrian, Jumat (18/9/2026).</p>
<p>Kasus tersebut terungkap setelah polisi mempelajari rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang diduga mengambil sepeda motor Honda Vario 125 warna merah milik korban. Sepeda motor tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp20 juta.</p>
<p>Personel Tim Khusus JCS bersama Opsnal Resmob Satreskrim Polrestabes Medan kemudian melakukan penyelidikan. Beberapa jam setelah kejadian, polisi mengamankan Muhammad Teguh Fadilla, Jerry, Arjunaidi Siregar dan Gandi di kawasan Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.</p>
<p>Pengembangan selanjutnya mengarah kepada Afner Harahap yang diduga sebagai penadah. Polisi kemudian mengamankannya di kawasan Labuhan Deli.</p>
<p>Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mendalami keterlibatan Gandi yang diketahui merupakan mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir Sertu.</p>
<p>Gandi sebelumnya bertugas di Denmadam Kodam Iskandar Muda. Dia diberhentikan dari dinas militer karena desersi selama satu bulan.</p>
<p>Dalam pemeriksaan awal, Gandi disebut mengakui terlibat dalam sejumlah aksi pencurian sepeda motor bersama Jerry.</p>
<p>Dari keterangan para terduga pelaku, penyidik kemudian menemukan dugaan adanya aksi curanmor di sejumlah lokasi lain, tidak hanya di Medan tetapi juga hingga wilayah Tebing Tinggi.</p>
<p>&ldquo;Dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi,&rdquo; ujar Adrian.</p>
<p>Polisi menyebut jaringan tersebut diduga berkaitan dengan 15 tempat kejadian perkara (TKP), terdiri atas 10 lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan dan lima lokasi di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.</p>
<p>Di Medan, sejumlah lokasi yang didalami antara lain kawasan Kompleks Fakultas USU, Jalan Sei Serayu, Puskesmas Gaperta, Klambir V Gaperta hingga kawasan Helvetia menuju Belawan.</p>
<p>Sementara di Tebing Tinggi, dugaan aksi curanmor antara lain terjadi di sekitar Kampung Rambutan, kawasan perkantoran Dinas Sosial, Simpang Medan, Gedung Serba Guna hingga wilayah Galang.</p>
<p>Dalam menjalankan aksinya, para terduga pelaku disebut memiliki peran berbeda. Muhammad Teguh Fadilla diduga berperan sebagai eksekutor atau pemetik, sedangkan Jerry diduga bertindak sebagai joki sekaligus mengawasi situasi.</p>
<p>Sepeda motor hasil curian kemudian diduga disalurkan melalui jaringan penadah.</p>
<p>Pengungkapan sindikat tersebut berlangsung pada Selasa (15/9/2026). Setelah menangkap sejumlah terduga pelaku, polisi melanjutkan pengembangan untuk membongkar jaringan serta menelusuri kendaraan hasil curian.</p>
<p>Namun, saat proses pengembangan, Muhammad Teguh Fadilla dan Jerry disebut melakukan perlawanan serta berusaha melarikan diri. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki keduanya.</p>
<p>&ldquo;Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis,&rdquo; kata Adrian.</p>
<p>Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa unit sepeda motor, kunci T, kunci L, telepon seluler, STNK, kunci sepeda motor, pakaian serta sejumlah barang lainnya.</p>
<p>Polrestabes Medan masih melakukan penyidikan untuk mendalami dugaan keterlibatan kelima orang tersebut dalam 15 TKP curanmor sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan tersebut.</p>


