kpkgg

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

BatamBP Batam

Bengkong Swadebi Dapat Perhatian, Amsakar dan Li Claudia Siapkan Tindakan Nyata Atasi Banjir

Masalah banjir di Kota Batam telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, terutama di kawasan Bengkong Swadebi, tindakan konkret dan terencana sangat diperlukan untuk mengatasi genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat. Amsakar Achmad, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani permasalahan ini dengan merencanakan langkah-langkah penyelesaian yang terukur dan menyeluruh.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Banjir

Amsakar Achmad mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk penanganan banjir di 167 titik prioritas pada Tahun Anggaran 2026 dan 2027. Dalam rapat percepatan penanganan banjir yang digelar di Kantor Pemerintah Kota Batam, Amsakar menyatakan, “Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh.”

Progres Pekerjaan Penanganan Banjir

Beberapa lokasi yang dikenal sebagai titik rawan banjir kini sedang dalam tahap penanganan. Amsakar mencatat bahwa empat proyek penanganan banjir telah mencapai kemajuan sekitar 60 persen, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026. Proyek ini mencakup:

  • Normalisasi dan peningkatan drainase di Simpang Kepri Mall
  • Drainase di Sei Beduk
  • Drainase di Jalan R. Suprapto, Kawasan Sawang Permai Batu Aji
  • Drainase di Makam Pahlawan hingga RS Graha Hermine Batu Aji

Keberhasilan dari keempat proyek ini telah mulai menunjukkan hasil, terutama saat hujan deras pada 22 September lalu. Meskipun hujan turun dengan intensitas tinggi selama dua jam, kawasan tersebut tidak mengalami luapan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Fokus pada Kawasan Bengkong Indah Swadebi

Salah satu kawasan yang mendapat perhatian ekstra adalah Bengkong Indah Swadebi. Amsakar dan Li Claudia, Wakil Kepala BP Batam, merumuskan rencana penanganan yang lebih komprehensif. Rencana ini mencakup tiga aspek utama, yaitu:

  • Pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden
  • Dua segmen kanal banjir
  • Pembangunan rumah pompa Bengkong di bagian hilir

Pekerjaan ini direncanakan akan dimulai pada tahun anggaran 2027 dan menjadi prioritas utama kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam.

Strategi Penanganan yang Komprehensif

Amsakar menekankan pentingnya penanganan yang menyeluruh di kawasan Bengkong. Ia meminta agar Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemko Batam bekerja sama dengan Deputi Infrastruktur BP Batam untuk memastikan bahwa semua persiapan dilakukan dengan baik. “Dengan solusi kolam retensi, kanal banjir, dan rumah pompa, kami berharap persoalan genangan di kawasan tersebut dapat ditangani secara optimal,” tambahnya.

Identifikasi Titik Rawan Banjir

Li Claudia Chandra menambahkan, pihaknya akan terus melakukan identifikasi terhadap titik-titik yang rawan banjir dan menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing kawasan. “Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya,” ujarnya.

Li Claudia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam penanganan ini. Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk melaporkan setiap titik banjir yang krusial agar tindakan dapat dilakukan sesuai dengan tingkat klasifikasi kerentanan. Evaluasi perkembangan penanganan juga perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas langkah yang diambil.

Keterlibatan Masyarakat dalam Penanganan Banjir

Selain itu, Li Claudia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga fungsi sistem drainase. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan segera melaporkan jika menemukan saluran tersumbat atau kondisi lain yang berpotensi menyebabkan genangan,” katanya. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sistem drainase yang ada.

Mewujudkan Lingkungan yang Aman dan Nyaman

Komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga Batam. Dengan langkah-langkah yang terukur dan terencana, diharapkan masalah banjir, khususnya di kawasan Bengkong Swadebi, dapat teratasi dengan baik. “Tentu dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” tutup Li Claudia.

Related Articles

Back to top button