Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah di Kodim 1301/Sangihe

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen yang sangat bermakna bagi umat Islam, tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat akhlak dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah. Di Kodim 1301/Sangihe, momen ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah demi Keutuhan Negara”. Dengan melibatkan berbagai elemen, peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid di Kodim 1301/Sangihe
Pada tanggal 12 Rabiul Awal 1448 H atau bertepatan dengan 25 Agustus 2026 M, Kodim 1301/Sangihe menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Makodim yang berlokasi di Kelurahan Bungalawang, Kecamatan Tahuna. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Dandim 1301/Sangihe Letkol CZI Nazarudin, S.T., M.I.P., serta Ketua Persit KCK Cabang XIII Dim 1301 Ny. Cory Nazaruddin, dan sejumlah perwira lainnya.
Rangkaian Acara Peringatan
Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang diiringi dengan sari tilawah. Selanjutnya, peserta juga melaksanakan pembacaan sholawat Nabi yang diikuti dengan laporan dari Ketua Panitia yang disampaikan oleh Pasi Intel Kodim 1301/Sangihe, Kapten Inf Muhammad Yusuf. Rangkaian ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang khidmat dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Rasulullah.
Pesan Dandim dalam Sambutan
Dalam sambutannya, Letkol CZI Nazarudin menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Ia mengajak seluruh prajurit untuk menerapkan keteladanan beliau dalam tindakan sehari-hari. Kecintaan kepada Rasul, menurutnya, tidak hanya cukup ditunjukkan dengan perayaan, tetapi harus juga terwujud dalam sikap dan akhlak yang baik.
“Merayakan Maulid Nabi adalah ungkapan rasa syukur dan kebanggaan kita terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW,” ungkap Dandim. Peringatan ini seharusnya membawa perubahan positif dalam diri setiap individu untuk lebih mencintai dan meneladani perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Persaudaraan dan Ukhuwah Islamiyah
Dandim juga menekankan pentingnya membangun ukhuwah Islamiyah, serta mempererat hubungan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Ini merupakan langkah krusial untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pandangannya, persatuan adalah fondasi yang harus dijaga agar generasi mendatang dapat mewarisi negara yang damai dan harmonis.
- Menjalin hubungan baik dengan sesama umat Islam.
- Membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat non-Islam.
- Mendorong kerjasama antaragama dalam berbagai aspek kehidupan.
- Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.
- Memperkuat solidaritas demi tercapainya tujuan bersama.
“Sebagai prajurit, marilah kita bersama-sama membangun ukhuwah Islam, baik antar sesama umat maupun dengan saudara-saudara kita di luar agama Islam. Dengan demikian, persatuan kita tetap kokoh dan negara ini dapat kita wariskan kepada anak cucu,” tegasnya, mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjaga integritas dan persatuan bangsa.
Tausiyah dan Penutup Acara
Setelah sambutan Dandim, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ismail Lakoro. Tausiyah ini menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman tentang akhlak Rasulullah dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembicara memberikan pencerahan mengenai ajaran-ajaran Nabi yang relevan dengan tantangan zaman modern.
Acara diakhiri dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ismail, di mana peserta berdoa agar nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Sebagai penutupan, acara ini ditandai dengan sesi foto bersama, yang menandakan kebersamaan dan rasa syukur atas peringatan yang telah dilaksanakan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kodim 1301/Sangihe bukan sekadar sebuah acara tahunan, tetapi merupakan refleksi dari komitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan beradab.




